Headlines News :

Berbagai Macam Produk Herbal

pengunjung

Jogjahost

Jual Propolis di Palangkaraya, Kalteng

Pengganti Google Adsence

Powered by Blogger.

Google+ Followers

Translate

Followers

Share It

Kalteng Tuan Rumah Hari Aksara Internasional

DITATA RAPI: Ratusan stand pada acara peringatan ke-47 Hari Aksara Internasional (HAI) tingkat Nasional di Swiss-Belhotel Danum Jalan Tjilik Riwut Km 5 Palangkaraya sudah tertata rapi. Rencananya kegiatan itu akan berlangsung hari ini (Jumat) sementara puncak acara Minggu (16/9) lusa.

KALIMANTAN Tengah (Kalteng) dibawah pimpinan Gubernur Kalteng Agustin Teras Narang memiliki komitmen tentang pendidikan khususnya program Kalteng Harati. Bahkan, kini Kalteng sudah ditetapkan sejajar dengan provinsi lain se-Indonesia setelah kemajuan pendidikan semakin maju. Itu lah alasan kenapa Kalteng kembali mendapat kehormatan sebagai tuan rumah pada acara peringatan ke-47 Hari Aksara Internasional (HAI) tingkat Nasional di Swiss-Belhotel Danum Jalan Tjilik Riwut Km 5 Palangkaraya. Hal itu diungkapkan Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Kalteng Guntur Talajan kepada sejumlah wartawan, Kamis (13/9) kemarin.
Guntur menuturkan, sebanyak 50 stand dari Dinas Pendidikan se-Kalteng dan 50 stand dari pemerintah pusat. Selain itu, pihak Usaha Kecil Menengah (UKM) juga turut meramaikan kegiatan itu dengan mengisi 50 stand yang telah disediakan. Kemudian Pedagang Kaki Lima (PKL) juga diberi kesempatan yang langsung dikoordinir oleh Disperindak Kota Palangkaraya dengan target sebanyak 100 stand.
“Intinya, ini adalah tentang pendidikan. Yang dipamerkan, dipublikasikan, dan diinformasikan yakni tentang edukasi keaksaraan. Oleh sebab itu, melalui kegiatan ini kami berharap, supaya peserta pameran bisa mendorong daerah-daerahnya, sehingga buta aksaranya bisa diperkecil,” kata Guntur.
Guntur menambahkan, kegiatan hari aksara itu juga akan dirangkai dengan berbagai kegiatan. Sejak hari ini Jumat (14/9), akan digelar kegiatan seminar pendidikan anak usia dini (PAUD). Sabtu (15/9) besok, kegiatan pengukuhan bunda PAUD Kalteng dari 13 Kabupaten 1 kota oleh Direktur Jenderal Pendidikan Anak Usia Dini dari Kemendikbut Jakarta. Sedangkan pada acara puncak yakni Minggu (16/9),  dihadiri Menteri Pendidikkan dan Kebudayaan RI. Pada puncak acara itu, akan diadakan pertemuan belajar, baik pendidikan nonformal, informal maupun dan tokoh pendidikan se-Kalteng serta dihadiri 33 Provinsi Dinas Pendidikan di Indonesia. (BY)

SMN 3 Belum Bisa Belajar Tenang

ENTAH apa yang terjadi dengan lingkungan Sekolah Menengah Atas Negeri (SMA-3) Palangkaraya. Sebab, sejak Senin (9/9) lalu hingga Kamis (12/9) kemarin, siswa-siswi sekolah tersebut belum bisa belajar dengan tenang lantaran masih saja aura mistik dilingkungan tersebut menggangu hingga kembali terjadi kesurupan.
Padahal saat itu, guru dan seluruh murid sedang menggelar doa bersama dipimpin Habib Abdullah Al Idrus. Tujuannya adalah supaya kejadian serupa tidak terjadi lagi.
Namun, tiba-tiba, satu demi satu siswi yang ikut malah langsung berteriak hingga meronta-ronta dengan mata melotot menatap Habib. Belum berhasil diobati, siswi lain justru kesurupan. Ini hamper sama dnegan peristiwa sebelumnya.
Peristiwa tersebut bisa tergolong aneh tapi nyata. Sebab, kesurupan itu selalu berawal dari murid yang sama yakni Kurnia dan Marini. Keduanya merupakan siswi kelas XII IPA 2. Selain itu, akibat peristiwa itu, proses belajar mengajar kembali terganggu hingga pihak sekolah kembali memulangkan untuk yang ke empat kalinya. Akibatnya, tidak sedikit siswa yang merasa dirugikan lantaran pelajaran harus ditunda dan tertinggal. Di sisi lain, konsentarasi untuk belajar pun menjadi tergangu. “Kita memang terganggu. Apalagi, kejadian berturut-turut,”  kata Sinta.
Usai peristiwa tersebut, Kurnia menyebutkan bahwa dirinya merasa ada sosok yang mendekati, dan langsung mencekik. Itu membuat sekujur tubuh langsung tertekan kuat dibagian dada, hingga akhirnya tak sadarkan diri. ”Saya tidak tahu sosok tersebut, apakah besar atau tidak. Sempat beristiqhfar namun kekuatan yang merasuk saya jauh lebih kuat,” ungkap Kurnia saat menjawab pertanyaan Habib.
Sementara itu, Habib Abdullah mengatakan ada kemungkinan bahwa penunggu dari sekolahan ini marah. Namun hal tersebut bukan menjadi faktor utama terjadinya kesurupan ini. Tapi, faktor mental dan kesehatan para siswi yang menjadi korban.
“Sebenarnya tidak ada yang merasuki. Namun ketika siswi memiliki perasaan  takut maka bisa terjadi hal serupa. Kalau saya perhatikan, memang ada makluk sosok jin yang mereka liat. Jadi, tidak ada kaitanya dengan peristiwa lain,” jelasnya.
Untuk menyikapi kepulangan sekolah lebih awal dari hari sebelumnya, salah seorang guru menyarankan supaya bisa belajar di rumah. Sebab, keadaan tidak memungkinkan. “Kejadian ini merupupakan keempat kalinya. Besok kita tetap turun seperti biasa. Mudah-mudahan tidak terjadi lagi,” harap Rohani. (BY)

Tenggak Puluhan Obat, Ibu Rumah Tangga Dirujuk ke Rumah Sakit

SEORANG Ibu Rumah Tangga (IRT) yang di ketahui bernama Leli Yusvita warga Jalan Sisingamangaraja, Kamis (13/9) sekitar pukul 12.30 WIB terpaksa dilarikan ke ruang UGD Doris Sylvanus Palangka Raya. Sebab, wanita tersebut telah menenggak puluhan obat darah tinggi merk Voldoxsan 25 mg satu keeping, dicampur dengan obat merk Caduet Amlodipine Atorvastatin 2/20 mg.
Diduga, korban megalami keracunan akibat kelebihan dosis obat yang ia tenggak. Untungnya, korban yang mengetahui peristiwa tersebut langsung membawa korbanke rumah sakit untuk mendapatkan perawatan.
Namun berdasarkan informasi yang beredar di kamar UGD, diduga korban yang mengalami keracunan puluhan obat itu, hendak melakukan percobaan bunuh diri. Parahnya lagi, sejumlah wartawan yang mendapatkan informasi saat hendak melakukan peliputan mengenai kejadian itu tidak bisa mendapatkan kronologis kejadian yang sebenarnya dari pihak keluarga.
Berdasarkan pantauan Borneonews, korban terlihat tampak lemes dan terbaring di atas kasur rumah sakit. Tanpa banyak tanya selain inpus yang menancap di tangan korban, dua orang perawat yang memberikan pertolongan itu juga memberikan sebotol susu untuk dikonsumsikan kedalam tubuh korban. Itu supaya puluhan obat yang dikonsumsi oleh korban tidak berfungsi atau netral.
Sementara itu, dua jenis obat yang dikonsumsi korban juga masih berada di rumah sakit. Hingga berita ini diturunkan, penyebab korban melakukan hal tersebut masih belum di ketahui. (BY)

Simpan Sabu, Polisi Bekuk Janda Beranak Dua

KEPOLISIAN Resor Palangkaraya kembali mengamankan satu pelaku yang diduga sebagai pengedar narkotika jenis sabu. Dia adalah Desi alias Dede, 36, warga Jalan Kalimantan Palangkaraya. Janda beranak dua itu ketangkap petugas saat melintas di Jalan Kalimantan tepatnya di pinggir jalan kawasan tersebut, sekitar pukul 19.00 WIB, Rabu (11/9) lalu.
Dari hasil penggeladahan, petugas menemukan empat paket sabu yang tersimpan di kantong pelaku. Karena terbukti, petugas kemudian menggelandang ke Polres Palangkaraya untuk dilakukan penyelidikan. 
Informasinya, wanita tersebut sudah berprofesi sebagai penjual sabu sekitar dua minggu lebih. Hasil penjualan itu, ia gunakan untuk menafkahi keluarganya. Kendati begitu, polisi tetap menjerat pelaku dengan Pasal 112 ayat (1) UU RI Nomor 35 tahun 2009 tentang Narkotika dengan ancaman maksimal 12 tahun penjara. (BY)

Ratusan Sopir Taxi Tolak Instruksi Pemerintah

KEBIJAKAN Pemerintah Provinsi Kalteng khususnya Dinas Perhubungan untuk merubah plat hitam menjadi plat kuning kepada para sopir taxi, sepertinya belum menuai hasil. Buktinya, Kamis (12/9) kemarin, ratusan taxi berkumpul di Jalan RT A Milono tepatnya samping Bundaran Burung Kota Palangkaraya. Mereka bukan untuk demo, melainkan berunding tentang masalah yang mereka hadapi.
Kendati begitu, kabar tersebut sempat tersirat bahwa mereka akan menggelar aksi damai terhadap kebijakan pemerintah.  Bahkan, sejumlah tulisan juga sudah terpampang di kertas karton berisi “mohon kebijakan pemerintah, mobil belum lunas, belum bisa plat kuning. Dan aksi damai mogok kerja”. Namun salah satu koordinator aksi itu membenarkan bahwa mereka tidak melakukan aksi damai melainkan merundingkan saja. “Jadi maksud kita kumpul ini bukan karena demo dan bertindak anarkis, namun kita mengumpulkan ratusan taxi dari berbagai jurusan, untuk merundingkan masalah kami,” kata Koordinator Lapangan Darma kepada sejumlah wartawan, kemarin.
Dia menuturkan, salah satu alasan menolak instruksi itu yakni mobil yang mereka jalankan itu merupakan mobil kredit. Sebagian diantaranya juga mobil pribadi. Tak hanya itu, alasan lain yakni mobil itu bukan kredit dan bukan pribadi, namun hanya menjalankan milik orang lain, dengan hasil keuntungan berbagi.
“Intinya, rekan-rekan semuanya tidak ingin bahwa plat mobil dirubah menjadi plat kuning,” katanya lagi.
Meski instruksi tersebut ditolak, namun mereka tetap mengakui bahwa peraturan yang telah ditetapkan itu tetap dijalankan sesuai prosedur. Salah satunya yakni semua travel memiliki wadah travel jasa raharja, termasuk ijin sebagai sopir travel. 
Menurut dia, bila aspirasi mereka tidak membuat pemerintah gentar, pihaknya bakal kembali merundingkan masalah tersebut. Artinya, mereka tidak langsung mengambil keputusan untuk menyampaikan aksi damai atau demo. Oleh sebab itu, mereka berharap kepada pemerintah supaya memberikan kebijakan guna menjalan profesi sebagai sopir tanpa merubah plat mobil tersebut.
“Kalau memang pemerintak tidak menerima keluhan kami, nanti kita akan rundingkan dengan rekan-rekan yang lain. Bila di total, sekitar ratusan dari berbagai jurusan travel yang tercatat,” tuturnya. (BY)

Tukang Tagih, Tipu Perusahaannya

TIDAK menyangka dan tidak menduga. Itulah yang kini dirasakan salah satu perusahaan MNC Finance Jalan RT A Milono Palangkaraya setelah ketipu mentah-mentah oleh seseorang. Ironisnya, pria yang diketahui berinisial He, 31, warga Jalan Bali Palangkaraya itu merupakan salah satu karyawannya yang ditempatkan dibagian penagihan. Akibatnya, perusahaan itu merugi hingga mencapai Rp 40 juta.
Informasinya, peristiwa itu terjadi pada Mei lalu, setelah pelaku bertugas untuk menagih para konsumen yang menunggak bayar kreditan. Berawal dari profesi tersebut, ia pun menjalankan tugasnya sesuai dengan aturan. Sayangnya, tugas itu justru dimanfaatkan untuk meraup keuntungan secara pribadi. Sebab, setiap konsumen yang ditagih dan selesai melakukan pembayaran, pelaku justru tidak menyerahkan uang itu ke perusahaan.
Hal itu diketahui setelah perusahaan, kembali melakukan tagihan kepada setiap konsumen. Namun, konsumen itu mengaku telah membayar kepada He. Akibatnya, pada 3 Mei lalu, pelaku terpaksa dilaporkan ke Polres Palangkaraya. Sementara dia kabur setelah uang tersebut berhasil digondol. Saat ini, pelaku masih dilakukan penyelidikan Kepolisian. (BY)

Daftar Berita Lengkap

 

Sponsors

Game Download

Featured Post 3

DollarDays
">Index »'); document.write('

?max-results=10">Label 4

');
    ?max-results="+numposts1+"&orderby=published&alt=json-in-script&callback=showrecentposts1\"><\/script>");
Support : Creating Website | Johny Template | Mas Template
Copyright © 2011. Berita Hari Ini Kalteng - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by Mas Template
Proudly powered by Blogger