Headlines News :
Home » » Pelajar SLTP Gantung Diri

Pelajar SLTP Gantung Diri

Written By buthe yulian on Friday, 6 January 2012 | 17:05

GANTUNG DIRI: Rini, 15, salah satu pelajar SLTP di Kota Palangkaraya nekat mengakhiri hidupnya dengan cara gantung diri, di dalam rumah Jalan Beliang Emas Nomor 1, Rt 01, Rw 22 Palangkaraya, kemarin. Akibat peristiwa itu, jenazah Rini langsung dibawa ke RSUD dr Sylvanus untuk divisum.

ENTAH, pikiran apa yang mengakibatkan salah satu siswi SLTP di Kota Palangkaraya, harus mengahiri hidupnya dengan cara gantung diri, di dalam rumah Jalan Beliang Emas Nomor 1, Rt 01, Rw 22 Palangkaraya, kemarin. Padahal, siswi yang terkenal rajin dan memiliki prestasi bagus, informasinya tidak memiliki masalah.
Siswi tersebut yakni Rini, 15, yang sedang duduk di bangku kelas IX SLTP di Kota Palangkaraya. Dia merupakan anak angkat dari pasangan Alkim, 66, dan Ida, 45.
Menurut Alkim, setelah kepulangannya dari Surabaya kemarin, dia bersama istrinya ingin masuk kedalam rumah, sekitar pukul 10.00 WIB. Kala itu, istri lebih dulu sedangkan Alkin masih dalam mobil. Karena pintu depan rumah terkunci, sehingga Ida mencoba masuk lewat belakang. Setelah masuk, Ida langsung berteriak karena melihat Rini sudah tak bernyawa dalam kondisi tergantung. Alkin yang mendengar suara itu pun langsung masuk ke dalam.
Alkin menuturkan, siswi yang berasal dari Desa Pangkoh VIII Kecematan Maliku Kabupaten Pulang Pisau itu, rajin dan tidak ada masalah dengan keluarga. Bahkan dia sudah dianggapnya sebagai anak sendiri. Kejadian yang mengejutkan itu membuat Alkin dan istrinya kehilangan anak tersayang.
Dia menjelaskan, pada 31 Desember 2011 lalu, Alkin bersama istrinya berangkat ke Surabaya. Ketika berpamitan, korban masih ceria, dan tidak seperti mengemban masalah. Terakhir mengubungi Rini katanya, pada Rabu (4/1) malam. “Nilai saya baik pak,” kata Alkin mengenang ucapan akhir dari Rini, kemarin.
Masih menurut Alkin, selama setahun bersamanya, meski tidak ada masalah, namun Rini sempat bercerita tentang adanya cowo yang sedang mengejarnya. Selebihnya dia tidak begitu tahu tentang masalah pribadi Rini.
“Rini sempat bercerita dengan saya bahwa ada cowo yang sedang mengejarnya. Selebihnya saya tidak tahu. Saya juga dipesani orang tua Rini melalui telephone untuk menjaganya. Dan Rini sudah saya anggap sebagai anak sendiri,” jelas pria pensiunan Dinas PU Provinsi itu.
Alkin berharap, kasus tersebut secepatnya terungkap, tentang motif apa yang melatarbelakangai Rini hingga mengakhiri hidupnya.
Sementara itu, Ana salah satu guru Rini mengatakan bahwa prestasi, dan tingkah laku Rini cukup baik. Sehingga ia pun, merasa bingung tentang hal apa yang membuat Rini mengakhiri hidupnya.
“Disekolah tadi dia juga ada, dan tidak ada tanda-tanda ada masalah. Memang belum belajar, sehingga pulang pagi. Tapi kalau masalah prestasi, kerajinan, dan tata karma, sangat bagus,” jelas Ana.
“Kalau masalah cowo, itu saya tidak tahu. Yang jelas Rini orang baik, prestasinya bagus, dan tidak ada beban masalah,” tambahnya lagi.
Tingkah laku Rini yang informasinya Rajin, juga diperjelas oleh salah satu tetangganya yang berjualan didaerah itu. “Rini sangat rajin bekerja, pintar dan tidak kelihatan ada masalah. Malam tadi juga belanja di warung kami,” kata tetangganya yang enggan namanya dikorankan.
Kejadian itu, langsung ditangani aparat kepolisian yang bertugas. Selain itu jenazah langsung di bawa ke RSUD dr Sylvanus untuk divisum.
Share this post :

Daftar Berita Lengkap

 
Support : Creating Website | Johny Template | Mas Template
Copyright © 2011. Berita Hari Ini Kalteng - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by Mas Template
Proudly powered by Blogger